Cirebon, Nasi Jambang, dan Empal Gentong

Kuliner / Rabu, 19 Oktober 2016 14:50 WIB (MP/man)

Cirebon terkenal dengan sebutan Kota Udang. Karena udang -- salah satu makanan laut (seafood) yang enak disantap -- memang banyak diperoleh di lautnya.

Cirebon yang terdiri dari dua pemerintahan, Kabupaten dan Kota, juga dikenal sebagai Kota Wali. Yang ini karena pendiri daerah itu adalah salah satu dari penyebar agama Islam di Pulau Jawa (Wali Sanga atau 9 Wali), yakni Sunan Gunung Jati.

Jejak keraton di Cirebon tampak dalam bentuk kerajaan. Yakni, Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.

Mereka yang sempat ke Cirebon, tentu saja, harus mencicipi kulinernya. Karena banyak macamnya dan sudah pasti enak. Nasi Lengko, salah satu di antaranya.

Berikut ini dua jenis kuliner yang kita perlu mengenalnya. Meski untuk menjajal makanan ini sebenarnya di Jakarta dan sekitarnya juga bisa.

Nasi Jamblang. Nasi atau sega jambang ini sebenarnya nasi putih biasa. Hanya saja nasinya dibungkus helaian daun jati. Nama 'jamblang' -- yang melekat pada nasi -- berasal dari nama desa di Cirebon. Konon para pedagang nasi jamblang ini banyak berasal dari daerah Jamblang.

Untuk nasi jambang ini lauk pauknya banyak sekali. Bisa ada 30 jenis. Antara lain sambal goreng, tahu, tempe, aneka jenis sate, telor, semur, ikan asin, cumi, aneka pepes, dan kerupuk kulit. Tinggal pilih, yang kita suka atau inginkan!

Empal Gentong. Jangan salah, itu bukan berarti ada empal di dalam gentong. Melainkan masakan semacam gulai daging. Kuah gulainya dimasak dalam gentong dan menggunakan kayu bakar. Isinya daging atau jeroan seperti usus atau babat. Di atasnya ditaburi irisan bawang kucai.

Biasanya dimakan dengan nasi atau lontong. Sambal pelengkap bentuknya adalah bubuk cabe yang pedas. Disantap dengan kerupuk kulit tambah enak. 

(MP/man)
Sarankan artikel ini

Artikel Terkait Lainnya